Makna dan Alasan Umat Hindu Mengadakan Persembahyangan Saat Bulan Purnama
On 11:30 PM with No comments
Berita Hindu Indonesia - Dalam ajaran Hindu, Purnama atau bulan purnama memiliki kedudukan istimewa sebagai waktu turunnya sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujud Dewa Chandra. Bulan penuh dianggap sebagai simbol kesempurnaan, penerangan batin, serta waktu terbaik untuk melakukan penyucian diri dan persembahyangan.
Tradisi persembahyangan pada Hari Purnama telah diwariskan turun-temurun oleh umat Hindu, baik di Bali maupun di seluruh Nusantara, sebagai bagian dari pengamalan ajaran Tattwa, Susila, dan Upacara.
![]() |
| ilustrasi |
Makna Spiritual Bulan Purnama
- Simbol Kesempurnaan dan Keseimbangan Alam Bulan purnama melambangkan titik keseimbangan antara gelap dan terang, antara aspek material dan spiritual. Cahaya bulan yang sempurna menandakan pencerahan rohani yang menghapus kegelapan batin.
- Energi Kosmis dan Pembersihan Batin Pada malam purnama, energi alam diyakini berada dalam kondisi harmonis dan kuat. Melalui persembahyangan, umat Hindu menyelaraskan vibrasi dirinya dengan energi suci tersebut untuk memperkuat spiritualitas, ketenangan pikiran, dan kesehatan jiwa.
- Waktu Turunnya Anugerah dan Pemberkatan Banyak lontar seperti Lontar Sundarigama dan Lontar Dharma Kahuripan menjelaskan bahwa malam Purnama adalah waktu Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan anugerah kepada seluruh makhluk. Karena itu, umat Hindu melakukan pemujaan dan persembahan bunga, dupa, dan canang sari sebagai wujud rasa syukur.
Alasan Umat Hindu Melaksanakan Persembahyangan di Hari Purnama
- Menjaga Hubungan Harmonis dengan Alam (Tri Hita Karana)
Melalui persembahyangan, umat Hindu memperkuat hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta. Purnama menjadi momentum untuk mengembalikan keseimbangan spiritual antara ketiganya. - Waktu Ideal untuk Melakukan Dewa Yadnya
Hari Purnama dianggap paling baik untuk melaksanakan upacara Dewa Yadnya, seperti persembahyangan di pura, pembersihan diri dengan air suci, atau melaksanakan upacara pembersihan benda-benda sakral. - Refleksi dan Penyucian Diri
Umat Hindu juga memanfaatkan waktu Purnama untuk introspeksi diri, mengurangi sifat-sifat negatif (asuri sampat), dan menumbuhkan sifat-sifat kebajikan (daivi sampat).
Makna Purnama dalam Kehidupan Modern
Dalam kehidupan modern, Hari Purnama dapat dimaknai sebagai waktu membangun kesadaran ekologis dan spiritual, di mana manusia berhenti sejenak dari rutinitas duniawi dan menyatu dengan energi alam semesta. Persembahyangan bukan hanya ritual, tetapi juga meditasi untuk keseimbangan batin dan harmoni sosial.
Sumber:
Lontar Sundarigama (terbitan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, 2019)
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Pedoman Hari Suci Purnama dan Tilem. 2020.
I Wayan Sujana. Makna Energi Purnama dalam Spiritualitas Hindu. Denpasar: Udayana Press, 2021.
Youtube Channel










