Hari Petetegan dan Purnama Sasih Kedasa dalam Tradisi Hindu Bali
On 9:23 AM with No comments
Berita Hindu Indonesia - Hari Petetegan merupakan salah satu hari penting dalam rangkaian kalender Bali yang biasanya jatuh sehari sebelum Purnama. Kata petetegan berasal dari kata teteg yang berarti teguh, mantap, atau kuat.
![]() |
| ilustrasi |
Makna Hari Petetegan
Hari ini dimaknai sebagai waktu untuk:
- Meneguhkan pikiran dan hati sebelum memasuki hari suci
- Membersihkan diri secara lahir dan batin
- Mempersiapkan diri dalam menyambut energi spiritual Purnama
Secara filosofis, Hari Petetegan adalah momen penyelarasan diri agar umat siap menerima berkah pada saat bulan purnama.
Praktik Keagamaan
Pada Hari Petetegan, umat Hindu biasanya:
- Melakukan pembersihan diri (melukat sederhana)
- Menghaturkan banten ringan/segehan
- Bersembahyang di merajan atau tempat suci keluarga
- Menjaga pikiran agar tetap tenang dan fokus
Hari ini bersifat persiapan, sehingga upacara tidak sebesar saat Purnama.
Pengertian Purnama Kedasa
Purnama Sasih Kedasa adalah hari bulan purnama pada bulan ke-10 dalam kalender Bali (sasih kedasa). Hari ini termasuk salah satu purnama yang sangat suci dan utama. Sasih Kedasa biasanya jatuh sekitar Maret–April, dan dikenal sebagai masa penuh kemakmuran serta keseimbangan alam.
Keistimewaan Purnama Sasih Kedasa
Hari ini dianggap istimewa karena: Dipercaya sebagai waktu turunnya anugerah dan kesucian dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Bertepatan dengan banyak piodalan besar, terutama di pura-pura besar seperti Besakih Energi alam berada dalam kondisi paling harmonis dan terang (purnama)
Praktik Persembahyangan
- Pada Purnama Sasih Kedasa, umat Hindu melaksanakan:
- Persembahyangan Purnama di pura atau sanggah
- Menghaturkan banten lengkap seperti canang, pejati, dan daksina
- Melakukan introspeksi diri dan memohon keselamatan
- Mengikuti piodalan di pura besar (jika bertepatan)
Makna Filosofis
Purnama Sasih Kedasa melambangkan:
- Kesempurnaan dan pencerahan batin
- Keseimbangan antara sekala (nyata) dan niskala (spiritual)
- Momentum untuk meningkatkan sraddha (iman) dan bhakti
Keterkaitan Hari Petetegan dan Purnama
Hari Petetegan dan Purnama Sasih Kedasa memiliki hubungan yang sangat erat:
- Petetegan → Persiapan diri (internal)
- Purnama → Puncak persembahyangan (eksternal dan spiritual)
Sehingga, keduanya membentuk satu rangkaian spiritual:
dari peneguhan diri menuju penyatuan dengan energi Ida Hyang Widhi Wasa
Kesimpulan
Hari Petetegan dan Purnama Sasih Kedasa mengajarkan pentingnya persiapan batin sebelum mencapai puncak spiritualitas. Dalam kehidupan modern, nilai ini relevan sebagai pengingat bahwa setiap pencapaian membutuhkan kesiapan diri, baik secara lahir maupun batin.
Sumber:
I Made Titib – Teologi & Simbol-simbol dalam Agama Hindu
I Ketut Bangbang Gde Rawi – Wariga Bali (Penanggalan Tradisional Bali)
Lontar Wariga dan Sundari Gama
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) – Pedoman hari suci Hindu
I Wayan Geriya – Sistem Kalender Tradisional Bali

.png)





