Hari Kajeng Kliwon Pemelastali / Watugunung Runtuh
On 8:30 AM with No comments
Berita Hindu Indonesia - Hari Kajeng Kliwon merupakan hari suci yang datang setiap 15 hari sekali dalam kalender Pawukon umat Hindu Bali, yaitu saat bertemunya Kajeng (Tri Wara) dan Kliwon (Panca Wara).
Namun, Kajeng Kliwon Pemelastali / Watugunung Runtu adalah Kajeng Kliwon yang memiliki makna khusus, karena jatuh pada:
Wuku Watugunung, wuku terakhir dalam siklus Pawukon
Disebut juga “Runtu”, yang berarti runtuh atau lebur
Hari ini diyakini sebagai momentum penting untuk:
Menetralisir kekuatan negatif (bhuta kala) sebelum siklus Pawukon kembali dimulai dari awal.
| ilustrasi |
Makna Filosofis
Kajeng Kliwon identik dengan konsep Rwa Bhineda, yaitu keseimbangan antara
- Dharma (kebaikan)
- Adharma (kekuatan negatif)
Pada Kajeng Kliwon Watugunung Runtu:
- Energi negatif diyakini mencapai puncaknya
- Oleh karena itu dilakukan upacara Pemelastali (pembersihan/penyucian)
Makna “Runtu” sendiri melambangkan:
- Peleburan kekuatan buruk
- Penutupan siklus lama
Persiapan menuju kehidupan baru yang lebih harmonis
- Pelaksanaan Upacara
Pada hari ini, umat Hindu Bali melaksanakan Bhuta Yadnya, dengan tujuan menjaga keseimbangan alam.
Beberapa bentuk pelaksanaannya:
- Menghaturkan segehan di halaman rumah atau pekarangan
- Banten yang digunakan biasanya:
- Segehan warna-warni (anca warna)
- Caru sederhana
- Canang sari
- Mengucapkan doa untuk:
- Menetralisir energi negatif
- Memohon keselamatan (kerahayuan jagat)
Di beberapa tempat, upacara dilakukan lebih khusus sebagai Pemelastali, yaitu:
- Penyucian simbolis terhadap lingkungan dan diri manusia.=
Fungsi Spiritual
Hari Kajeng Kliwon Pemelastali memiliki fungsi penting, yaitu:
- Penyucian Bhuana Agung (alam semesta)
- Penyucian Bhuana Alit (diri manusia)
- Mengharmoniskan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan
Hari ini juga menjadi pengingat bahwa:
Kehidupan selalu bergerak dalam siklus: lahir – berkembang – lebur – lahir kembali.
Nilai-Nilai yang Diajarkan
Beberapa ajaran luhur yang terkandung:
- Kesadaran spiritual untuk menjaga keseimbangan hidup
- Tanggung jawab manusia terhadap alam
- Pengendalian diri dari sifat negatif
- Pembersihan batin secara berkala
Kesimpulan
Hari Kajeng Kliwon Pemelastali / Watugunung Runtu merupakan momen penting dalam siklus spiritual umat Hindu Bali. Hari ini bukan sekadar rutinitas upacara, tetapi sebuah refleksi mendalam untuk membersihkan diri dan alam semesta dari energi negatif, sehingga tercipta keharmonisan hidup yang berkelanjutan.
Sumber
I Made Suastika, Kalender Bali & Makna Hari Raya Hindu
I Wayan Gede Yudartha, Makna Hari-Hari Suci Hindu
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Penanggalan Bali (Pawukon)
I Ketut Bangbang Gde Rawi, Wariga Bali dan Upacara Yadnya
Lontar Wariga (naskah tradisional Bali tentang perhitungan hari baik dan buruk)
Lontar Sundarigama (pedoman pelaksanaan upacara dan hari suci)








