Berita Hindu Indonesia

Media Informasi Terkini Masyarakat Hindu Indonesia

Deskripsi-Gambar

Iklan Leo Shop

Pasang iklan disini

TWITTER

Powered by Blogger.

Hari Paid-Paidan dalam Tradisi Hindu Bali

On 8:30 AM with No comments

Berita Hindu IndoensiaHari Paid-Paidan merupakan salah satu hari dalam sistem kalender Pawukon yang dikenal sebagai hari yang memiliki pengaruh kurang baik (ala ayuning dewasa). Hari ini sering dihindari untuk melaksanakan kegiatan penting atau upacara besar.

Secara umum, Paid-Paidan dipahami sebagai Hari yang perlu diwaspadai karena berpotensi membawa ketidakharmonisan jika digunakan untuk aktivitas besar.

Ilustrasi

Makna Filosofis

Kata “Paid-Paidan” dalam tradisi Bali berkaitan dengan makna:

  • Ketidakseimbangan energi
  • Waktu yang kurang selaras untuk memulai sesuatu yang penting

Dalam konsep Hindu Bali, waktu tidak hanya dilihat secara kronologis, tetapi juga secara kualitatif (baik-buruknya hari). Oleh karena itu:

  • Hari Paid-Paidan mengajarkan manusia untuk bijaksana memilih waktu (dewasa ayu)
  • Mengingatkan pentingnya hidup selaras dengan ritme alam dan kosmis

Sikap dan Pelaksanaan

Pada hari Paid-Paidan, umat Hindu Bali umumnya:

  • Menghindari kegiatan besar, seperti:
    • Pernikahan
    • Upacara besar (yadnya)
    • Memulai usaha penting
  • Tetap melaksanakan:
    • Persembahyangan harian (canang sari)
    • Banten sederhana sebagai bentuk perlindungan diri

Jika terpaksa melakukan kegiatan penting, biasanya dilakukan:

  • Nunas dewasa (mencari hari baik)
  • Upacara penetralisir (penglukatan atau segehan)

Fungsi Spiritual

Hari Paid-Paidan memiliki fungsi sebagai:

  • Pengingat kewaspadaan spiritual
  • Momen untuk lebih banyak introspeksi diri
  • Waktu untuk memperkuat perlindungan niskala (spiritual)

Hari ini juga mengajarkan bahwa Tidak semua waktu cocok untuk segala aktivitas — keharmonisan hidup bergantung pada keselarasan waktu, tempat, dan keadaan.

Nilai-Nilai yang Diajarkan

Beberapa nilai luhur dari Hari Paid-Paidan:

  • Kehati-hatian dalam mengambil keputusan
  • Kesadaran kosmis terhadap waktu
  • Kerendahan hati untuk tidak memaksakan kehendak
  • Keselarasan hidup dengan hukum alam (Rta)

Kesimpulan

Hari Paid-Paidan bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dipahami sebagai bagian dari kearifan lokal dalam mengatur kehidupan. Dengan memahami hari ini, umat Hindu diajak untuk lebih selaras dengan alam, berhati-hati dalam bertindak, serta selalu mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


Sumber 

I Made Suastika, Kalender Bali & Makna Hari Raya Hindu

I Wayan Gede Yudartha, Makna Hari-Hari Suci Hindu

I Ketut Bangbang Gde Rawi, Wariga Bali dan Upacara Yadnya

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Penanggalan Bali (Pawukon)

Lontar Wariga (naskah tradisional Bali tentang hari baik dan buruk)

Lontar Sundarigama (pedoman hari suci dan pelaksanaan upacara)



Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments