Berita Hindu Indonesia

Media Informasi Terkini Masyarakat Hindu Indonesia

Deskripsi-Gambar

Iklan Leo Shop

Pasang iklan disini

TWITTER

Powered by Blogger.

Awal Mula Hari Raya Galungan dan Sejarahnya

On 6:30 AM with No comments

Berita Hindu Indonesia - Hari Raya Galungan merupakan salah satu hari suci terbesar bagi umat Hindu di Bali. Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali (satu siklus pawukon) sebagai simbol kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan). Selain sebagai perayaan spiritual, Galungan juga mencerminkan keindahan harmoni kehidupan masyarakat Hindu Bali yang menyatu dengan alam, leluhur, dan Tuhan.

Namun di balik kemeriahan dan makna spiritualnya, Galungan memiliki sejarah panjang dan filosofis yang sangat dalam, yang berakar dari kisah perjuangan melawan kekuatan adharma dalam ajaran Hindu kuno.

Ilustrasi

Asal-usul dan Sejarah Hari Raya Galungan

Kata Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno “Galung” yang berarti menang. Dalam konteks religius, Hari Galungan adalah simbol kemenangan kebenaran (dharma) melawan kejahatan (adharma)  sebuah pengingat bagi manusia untuk selalu menegakkan kebenaran dalam hidupnya.

Menurut lontar Sundarigama, perayaan Galungan pertama kali terjadi ketika umat manusia berada dalam masa penuh kekacauan spiritual — manusia lupa pada dharma, banyak melakukan kekerasan, dan hidup tanpa arah. Para dewa kemudian menurunkan Dewa Indra untuk memulihkan keseimbangan alam dengan menumpas kekuatan adharma. Kemenangan Dewa Indra inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Raya Galungan.

Makna Filosofis Hari Galungan

  1. Kemenangan Dharma atas Adharma Galungan bukan sekadar pesta keagamaan, melainkan simbol perjuangan batin setiap individu dalam mengalahkan sifat-sifat negatif seperti amarah, keserakahan, dan kebencian.
  2. Turunnya Leluhur ke Dunia Pada saat Galungan, diyakini roh leluhur (pitara) turun ke dunia untuk menerima persembahan dan berkah dari keturunannya. Karena itu, umat Hindu melakukan persembahyangan di sanggah, merajan, dan pura keluarga untuk menyambut mereka.
  3. Simbol Keseimbangan Hidup Penjor  hiasan bambu yang melengkung di tepi jalan — melambangkan gunung dan kemakmuran, serta menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Rangkaian Hari Raya Galungan

  1. Penyekeban (3 hari sebelum Galungan) – waktu untuk menahan diri dari nafsu keduniawian.
  2. Penyajahan (2 hari sebelum) – memusatkan pikiran pada kebersihan lahir dan batin.
  3. Penampahan (1 hari sebelum) – simbol perjuangan terakhir melawan sifat negatif dalam diri.
  4. Hari Galungan – puncak upacara pemujaan dan rasa syukur atas kemenangan dharma.
  5. Umanis Galungan – hari kebersamaan dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga.

Setelah sepuluh hari, umat Hindu merayakan Hari Kuningan, sebagai tanda kembalinya roh leluhur ke alam niskala setelah menerima doa dan persembahan dari keluarga di dunia.

Sejarah Galungan di Bali

Catatan tertua tentang perayaan Galungan di Bali ditemukan dalam Prasasti Blanjong (tahun 882 Masehi) pada masa pemerintahan Sri Kesari Warmadewa. Tradisi ini kemudian terus dilestarikan dan menjadi bagian dari sistem kalender pawukon Bali. Hingga kini, Galungan tetap dirayakan secara meriah di seluruh Bali dan di pura-pura Hindu di luar Bali, termasuk di Nusantara dan mancanegara.

Kesimpulan

Hari Raya Galungan bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga perjalanan spiritual untuk kembali ke jalan kebenaran, menjaga keseimbangan antara dunia sekala dan niskala, serta mempererat hubungan manusia dengan leluhur dan alam.

Melalui Galungan, umat Hindu diajak untuk selalu menumbuhkan kesadaran bahwa kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, tetapi kemenangan atas diri sendiri.


Sumber:

Lontar Sundarigama, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, 2019.

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Pedoman Hari Raya Galungan dan Kuningan, 2020.

I Gusti Ngurah Bagus, Makna Filosofis Galungan dan Kuningan dalam Tradisi Bali, Udayana Press, 2018.

Prasasti Blanjong, Denpasar, abad IX Masehi.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments