Berita Hindu Indonesia

Media Informasi Terkini Masyarakat Hindu Indonesia

Deskripsi-Gambar

Iklan Leo Shop

Pasang iklan disini

TWITTER

Powered by Blogger.

Hari Pengeredanan dalam Tradisi Hindu Bali

On 9:42 AM with No comments

Berita Hindu IndonesiaHari Pengeredanan adalah salah satu hari dalam rangkaian penanggalan tradisional Bali yang memiliki makna menetralisir atau meredam energi negatif (bhuta kala). Kata pengeredanan berasal dari kata redan yang berarti menenangkan, meredakan, atau menetralisir.

Hari ini biasanya digunakan sebagai waktu untuk melakukan upacara Bhuta Yadnya, yaitu persembahan kepada unsur-unsur alam dan kekuatan tak kasat mata agar tercipta keseimbangan.

ilustrasi

Makna Filosofis

Hari Pengeredanan mengandung ajaran penting dalam kehidupan umat Hindu Bali, yaitu:

  • Menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala
  • Mengharmoniskan hubungan manusia dengan alam
  • Mengendalikan energi negatif dalam diri dan lingkungan

Konsep ini sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.

Praktik Keagamaan

Pada Hari Pengeredanan, umat Hindu biasanya melaksanakan:

  1. Segehan / Caru
    Persembahan sederhana yang diletakkan di halaman rumah sebagai simbol penyeimbang energi.
  2. Bhuta Yadnya
    Upacara yang ditujukan kepada bhuta kala agar tidak mengganggu kehidupan manusia.
  3. Persembahyangan
    Dilakukan di merajan atau tempat suci keluarga untuk memohon keselamatan dan ketenangan.
  4. Pengendalian Diri
    Selain ritual, umat juga dianjurkan untuk menjaga pikiran, ucapan, dan perbuatan agar tetap harmonis.

Tujuan Hari Pengeredanan

Hari ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  • Menetralisir pengaruh buruk (ala) dalam kehidupan
  • Menciptakan kedamaian dan keharmonisan lingkungan
  • Menjaga keseimbangan antara bhuana alit (diri manusia) dan bhuana agung (alam semesta)

Relevansi dalam Kehidupan Modern

Di tengah kehidupan modern, Hari Pengeredanan tetap relevan sebagai pengingat bahwa:

  • Manusia tidak hanya hidup di dunia fisik, tetapi juga berdampingan dengan energi spiritual
  • Keseimbangan batin sangat penting untuk kehidupan yang harmonis
  • Ritual bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk kesadaran ekologis dan spiritual

Kesimpulan

Hari Pengeredanan mengajarkan bahwa kehidupan yang harmonis tidak hanya dicapai melalui hubungan dengan Tuhan, tetapi juga melalui keseimbangan dengan alam dan energi di sekitar kita. Dengan melaksanakan pengeredanan, umat Hindu menjaga kedamaian lahir dan batin secara menyeluruh.


Sumber:

I Made Titib – Teologi & Simbol-simbol dalam Agama Hindu

I Ketut Bangbang Gde Rawi – Wariga Bali

I Wayan Geriya – Sistem Kalender Tradisional Bali

Lontar Sundari Gama dan Wariga

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) – Pedoman upacara Bhuta Yadnya


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments