Berita Hindu Indonesia - Hari Berek Tawukan adalah salah satu hari khusus dalam kalender Bali (penanggalan Wuku) yang memiliki makna spiritual mendalam. Kata “Berek” berarti benturan atau tabrakan, sedangkan “Tawukan” berasal dari kata tawuk, yang berarti saling bertemu atau berbenturan. Secara filosofis, Hari Berek Tawukan menggambarkan terjadinya benturan energi antara kekuatan baik (dharma) dan kekuatan buruk (adharma) di alam semesta.
Ketika Hari Berek Tawukan bertepatan dengan Purnama (bulan purnama), umat Hindu di Bali justru dianjurkan untuk tidak melakukan upacara besar atau pemujaan di pura, karena diyakini energi alam semesta sedang tidak harmonis. Biasanya, Purnama adalah waktu suci untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun jika bersamaan dengan Berek Tawukan, energi negatif juga sedang kuat, sehingga upacara bisa menjadi tidak suci secara kosmis.
Dalam penanggalan tradisional Bali, terdapat hari-hari tertentu yang dianggap memiliki kekuatan energi unik salah satunya adalah Hari Berek Tawukan. Hari ini dipercaya sebagai hari ketika kekuatan bhuana agung (alam semesta) sedang mengalami guncangan atau ketidakseimbangan. Kata “Tawukan” berasal dari kata “tawuk” yang berarti benturan, menggambarkan terjadinya benturan energi antara kekuatan positif dan negatif di alam semesta.
Meskipun biasanya Hari Purnama menjadi saat yang sangat suci untuk melakukan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun apabila bertepatan dengan Hari Berek Tawukan, umat Hindu justru dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan keagamaan besar di pura atau tempat suci. Hal ini karena diyakini energi alam pada saat itu sedang tidak harmonis, sehingga kegiatan spiritual besar bisa kurang memberikan hasil yang baik.
Latar Spiritual dan Filosofis
Apa yang Sebaiknya Dilakukan
- Tidak melaksanakan upacara besar di pura.
- Melakukan doa pribadi di rumah dengan penuh ketenangan dan kesadaran batin.
- Membersihkan diri dan lingkungan, sebagai simbol menjaga keharmonisan bhuana alit (diri sendiri) dan bhuana agung (alam).
- Melakukan brata penyepian singkat mengurangi bicara, makan, dan aktivitas duniawi berlebihan.

