Berita Hindu Indonesia - Hari Anggara Kasih Dukut merupakan salah satu hari suci dalam kalender Pawukon umat Hindu di Bali. Hari ini jatuh pada pertemuan antara Anggara (Selasa) dan Kasih (Kliwon) pada wuku Dukut.
Secara spiritual, hari ini dipercaya sebagai waktu yang baik untuk:
- Memohon kerahayuan (keselamatan dan kesejahteraan)
- Membersihkan diri secara lahir dan batin
- Meningkatkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Makna Filosofis
Kata “Dukut” memiliki makna simbolis sebagai tumbuhan kecil atau rerumputan, yang melambangkan:
- Kesederhanaan hidup
- Kerendahan hati
- Keteguhan dalam menghadapi kehidupan
Sedangkan Anggara Kasih bermakna perpaduan energi:
- Anggara (Selasa): kekuatan, semangat, dan keberanian
- Kasih (Kliwon): cinta kasih, keseimbangan, dan kekuatan spiritual
Gabungan ini menjadikan hari Anggara Kasih Dukut sebagai momentum untuk:
- Menyatukan kekuatan lahir dan batin dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan Upacara
Pada hari ini, umat Hindu Bali umumnya melaksanakan:
- Persembahyangan di pura keluarga (sanggah/merajan)
- Menghaturkan banten sederhana seperti:
- Canang sari
- Daksina kecil
- Segehan
- Memohon keselamatan dan keharmonisan hidup
Tidak seperti hari raya besar, perayaannya cenderung sederhana namun penuh makna spiritual.
Nilai-Nilai yang Diajarkan
Hari Anggara Kasih Dukut mengandung ajaran penting, antara lain:
- Kesederhanaan: hidup tidak harus mewah untuk mencapai kebahagiaan
- Keseimbangan: antara kekuatan (fisik) dan kasih (spiritual)
- Ketekunan: seperti rumput (dukut) yang tetap tumbuh meski diinjak
Kesimpulan
Hari Anggara Kasih Dukut mengingatkan umat Hindu untuk tetap rendah hati, sederhana, dan kuat dalam menjalani kehidupan. Meski perayaannya tidak besar, nilai spiritual yang terkandung sangat dalam sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Sumber
I Made Suastika, Kalender Bali & Makna Hari Raya Hindu
I Wayan Gede Yudartha, Makna Hari-Hari Suci Hindu
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Penanggalan Bali (Pawukon)
I Ketut Bangbang Gde Rawi, Wariga Bali dan Upacara Yadnya
Lontar Wariga (naskah tradisional Bali tentang kalender dan hari baik)
