Berita Hindu Indonesia - Presiden Jokowi batal hadir di tengah - tengah umat Hindu dalam rangka upacara Tawur Agung Nasional Tahun Baru Saka 1938 di Candi Prambanan. Pembatalan tersebut tentunya memporak - porandakan skenario yang telah disusun oleh panitia. Presiden akhirnya menugaskan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin untuk hadir di Prambanan. Padahal puluhan ribu umat Hindu yang sudah hadir sejak pagi di area upacara sudah menantikan kehadiran Sang Presiden.
Kehadiran puluhan ribu umat Hindu di Candi Prambanan memang bukan semata - mata karena akan hadirnya Presiden, tetapi memang niatnya adalah mengikuti prosesi upacara Tawur Agung di Candi Prambanan yang dilaksanakan setiap tahun pada H-1 Nyepi. Namun demikian kekecewaan pasti ada juga yang dirasakan oleh umat yang hadir atas batalnya Presiden Jokowi ke Prambanan.
Dyah Lestari adalah salah satu contoh dari umat yang merasa sedikit kecewa, mengatakan bahwa dia datang dari Semarang sejak sehari sebelumnya untuk mengikuti upacara ini. " Ya kecewa sih kecewa...kan ga jadi melihat secara langsung Pak Jokowi. Tapi mungkin beliau ada tugas kenegaraan yang lebih penting di Jakarta. Yang penting tetap ada kehadiran Pemerintah disini", kata Dyah.
Tak beda dengan Dyah, seorang umat asal Yogyakarta Nurindah pun juga menyatakan kekecewaannya. " Sedikit kecewa juga seh ga jadi tatap muka sama Pak Jokowi. Tapi kita tetap suka beliau. Karena beliau terlihat nyata mengayomi umat Hindu" tandasnya.
Salah satu panitia yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa kekecewaan umat atas ketidakhadiran Presiden pasti ada, tapi tak perlu dilebih - lebihkan. Yang penting penyelenggaraan Tawur Agung ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Menurutnya acara demi acara memang telah dipersiapkan untuk menyambut kehadiran Presiden Jokowi. " Tapi tak mengapalah, Yang penting umat Hindu tahu bahwa Presiden Jokowi memiliki atensi yang tinggi kepada umat Hindu'. imbuhnya.
Seperti diketahui bahwa Presiden Joko Widodo pada hari Selasa 8 Maret 2016 siang ini ada jadwal kenegaraan menerima Tamu Negara Presiden Palestina. Selain itu ada jadwal lain di pagi hari yang tak bisa ditinggalkan.
Menteri Agama RI yang hadir mewakili pemerintah memberikan sambutan menegaskan, setiap pelaksanaan hari besar keagamaan harus tetap memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas diri. Dengan demikian, manusia tidak hanya mampu menjalankan kewajiban sebagai umat beragama tetapi juga sebagai warga masyarakat yang baik.
“Saya percaya umat Hindu akan dapat berkontribusi aktif, menjadi teladan, terutama dalam menciptakan keharmonisan, memelihara kerukunan dan membangun rasa persaudaraan dalam kehidupan masyarakat kita yang beragam,” tegas Menteri Agama.
Menag mengajak segenap umat Hindu di seluruh pelosok Tanah Air untuk senantiasa meningkatkan secara nyata kualitas penghayatan, pemaknaan dan penerapan nilai-nilai universal hari raya Nyepi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938, semoga kita semua dalam bimbingan Tuhan Yang Maha Esa, umat Hindu memperoleh pencerahan dan kesucian serta menemukan kebahagiaan lahir dan batin,” tutup Menteri Agama.
Selain Menteri Agama, hadir pada kesempatan tersebut Menteri Koperasi/UKM AA Puspa Yoga dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

