Berita Hindu Indonesia - Kawasan Malioboro Yogyakarta Selasa, 8 Maret 2016 sore menjadi lautan manusia yang ingin menyaksikan pawai ogoh - ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938. Sebanyak 23 ogoh - ogoh tahun ini diarak sepanjang Malioboro hingga ke Alun - Alun Utara Yogyakarta. Menurut Pembimas Hindu DIY, Ida Bagus Wika Krishna, Ogoh - ogoh merupakan simbol dari pengganggu kehidupan manusia dimaknai harus dikembalikan ke tempat asalnya. Pawai ogoh - ogoh ini sudah yang kedua kalinya dan difasilitasi oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Pada pawai kali ini pun Walikota Yogyakarta juga hadir di panggung kehormatan di titik 0 Yogyakarta menyaksikan atraksi - atraksi yang disuguhkan oleh pengusung ogoh - ogoh.
Lebih lanjut Gus Wika mengatakan bahwa selain ogoh - ogoh juga ada dari elemen masyarakat non Hindu yang turut meramaikan pawai ini seperti Barongsai, prajurit keraton dan gunungan khas Jogja. Pawai ini sebagai potret keberagaman di Yogyakarta yang justru menjadi perekat persatuan. juga Marching Band TNI AU pun juga turut berpartisipasi mengiringi jalannya pawai.
Pawai yang dilaksanakan seusai upacara Tawur Agung di Candi Prambanan pada siang harinya tadi terbukti mampu menyedot pengunjung yang tumpah ruah di sepanjang Malioboro. Dengan iringan bleganjur atau tetabuhan Bali, ada beberapa ogoh - ogoh yang menampilkan atraksinya di depan panggung kehormatan. Yang tak kalah menariknya ada juga ogoh - ogoh yang diaarak oleh anak - anak kecil yang justru mengundang banyak tawa penonton karena kelucuannya.
Ogoh - ogoh yang tampil padai hari ini oleh panitia jauh - jauh hari sudah diwanti - wanti agar tidak mengandung makna atau diartikan sebagai relaita politik yang sedang berkembang.
Ida Bagus Wika dalam keterangannya juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Walikota Yogyakarta. Ia pun berharap agar di tahun - tahun mendatang pawai ini tetap bisa terlaksana. Tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada generasi muda Hindu dan seluruh umat Hindu DIY yang telah menyiapkan acara ini jauh - jauh hari sehingga pawai ini berlangsung dengan semarak dan lancar.
"Pokoknya tahun depan harus lebih meriah dan semarak, apalagi Jogja di tahun 2017 akan menjadi leading sektor dalam Tawur Agung Nasional di Prambanan. Pada kesempatan ini saya mengucapkan kepada seluruh umat Hindu di Indonesia, Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1938 ", kata Pembimas Hindu DIY yang masih muda dan energik ini mengakhiri sesi wawancaranya.
Sebagai informasi bahwa penyelenggaran Tawur Agung Nasional di Candi Prambanan dilaksanakan secara bergantian kepanitiannya antara DIY dan Jawa Tengah dibawah kendali PHDI Pusat dan didukung pendanaannya oleh Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Dengan demikian setelah tahun 2016 ini Jawa Tengah menjadi panitia, maka tahun depan DIY yang akan menjadi panitia daerah,

